Blog

Post Test 1-Simdig

Petunjuk

  1. Pastikan gadget anda terkoneksi internet dengan baik dan stabil.
  2. Berdoa sebelum mengerjakan.
  3. Setelah anda berlatih, kerjakan Post Test 1 secara mandiri.
  4. Hasil test jadikan catatan untuk berlatih soal berikutnya.
  5. Mintalah Token ke Guru Anda sebelum mengerjakan soal.

Klik Disini

“Kerjakan dengan penuh kejujuran untuk memetik hasil yang lebih baik, berbuat curang hanya akan memberikan hasil semu yang tidak pantas untuk dibanggakan”
——— Semangat Mandiri –

Advertisements

Contoh Brosur

Hi..

Membuat promosi menggunakan brosur agar dapat memenuhi harapan pemasar tentu harus memenuhi kaidah AIDA, berikut saya membagipakaikan informasi dari http://apengorinanto.blogspot.co.id/2011/07/aida.html (Apeng Orinanto- wirausaha, pernah bekerja di divisi marketing di PT. Bank Danamon Indonesia Tbk, PT. Kalbe Farma Tbk, dan PT. Bentoel Prima Tbk.)

AIDA, Pondasi Awal Membuat Program Pemasaran

Perusahaan besar seringkali menghabiskan dana yang besar untuk mengiklankan produknya. Mulai dari iklan di televisi, iklan di koran, majalah dan bulletin, memasang spanduk & umbul – umbul, iklan di billboard, ataupun memberikan sampling produk melalui SPG, membuat brosur, membuat catalog, membuat event seperti panggung music; acara nonton bareng, buka puasa bersama dan lain sebagainya. Berapa besar biayanya? Apakah dengan cara tersebut produknya bisa sukses dan dibeli oleh konsumen? Apakah dengan budget yang besar maka pemasaran pasti berhasil?

Setiap perusahaan / pemasar memiliki konsep tersendiri untuk memasarkan produknya. Dalam ilmu komunikasi dikenal konsep AIDA sebagai acuan dalam membuat program campaign komunikasi. Dan seringkali konsep AIDA ini menjadi pondasi awal dalam membuat program – program pemasaran.

AIDA merupakan akronim dari Attention (Awareness), Interest, Desire dan Action.

A : Attention / Awareness (Tahu / Sadar) : dalam tahap ini bertujuan agar audiens (target market) diharapkan mengenal, mengetahui, atau sadar akan produk / brand pemasar.

I : Interest (Tertarik): setelah audiens / target market tahu (sadar) atau mengenal produk / brand pemasar maka langkah selanjutnya adalah bagaimana membuat program-program agar mereka tertarik atau ingin tahu lebih.

D : Desire (Hasrat): setelah mereka tertarik maka tahap selanjutnya adalah bagaimana membuat program-program komunikasi agar audiens / target market benar – benar berhasrat atau berkeinginan keras untuk membeli.

A : Action (Tindakan) : Dalam tahap ini pemasar dituntut untuk membuat program kembali dengan tujuan audiens / target market akhirnya menjadi konsumennya atau dengan kata lain akhirnya melakukan aksi pembelian.

Dalam perkembangan saat ini beberapa pemasar menambahkan konsep S (Satisfaction ), dalam tahap ini sangat diharapkan pembeli setelah melakukan pembelian pertama maka setelah merasakan produk yang baru dibelinya tersebut akan merasa puas daan selanjutnya melakukan pembelian berikutnya dan seterusnya (repeat buying).

Jika proses kepuasan ini berlangsung terus menerus maka si pembeli bisa saja mencapai tahap memiliki loyalitas terhadap produk tersebut (loyalty). Dan tanpa diminta pun si pembeli tersebut bisa saja mempengaruhi orang lain untuk membeli produk tersebut (influencer).

Maka disinilah peran konsep AIDA menjadi konsep dasar dalam melakukan langkah-langkah memasarkan suatu produk. Dan ini harus dilakukan secara terintegrasi, setahap demi setahap.

Penerapan konsep AIDA dapat diilustrasikan dalam contoh berikut (misal tentang produk shampo merk A) :

Seorang mahasiswi saat santai di rumah tanpa sengaja melihat iklan produk shampo merk A tersebut di televisi (attention / awareness) dalam iklan selingan acara sinetron. Melalui iklan tersebut (apalagi jika berulang-ulang) maka si mahasiswi tersebut akan tahu/sadar bahwa ada produk shampoo bermerk A. Keesokan harinya ketika tiba di kampus, dilihatnya banyak spanduk dan di kiri-kanan jalan dekat gerbang kampus terlihat begitu banyak umbul-umbul bertuliskan merk A yang merupakan merk shampoo tersebut yang semalam telah dilihatnya di televisi. Jelas spanduk dan umbul-umbul tadi membuat si mahasiswi semakin sadar (aware) dengan shampoo merk A.

Setibanya di kampus dilihatnya beberapa wanita berkaos dengan gambar atribut shampo merk A berjalan menghampirinya. Wanita-wanita tersebut biasa disebut dengan SPG (sales promotion girl) menghampirinya dengan sangat sopan, lalu memberikan 1 sachet kecil shampo merk A tersebut secara gratis (sampling) kepada si mahasiswi. Tak lupa para SPG tersebut pada saat memberikan sampling berusaha dengan penuh semangat member informasi tentang shampo merk A tersebut baik kualitasnya dan juga kelebihannya dengan shampo merk lain yg sudah ada. Di sini pemberian sampling bertujuan agar si mahasiswi (target market) mau mencobanya, lalu merasakannya, sehingga nanti diharapkan timbul kecocokan dan ketertarikan (Interest).

Bersama dengan teman-temannya si mahasiswi berjalan-jalan dengan keluarganya dan mereka mampir di supermarket untuk sekedar iseng dan juga untuk berbelanja. Dilihatnya shampoo merk A terpajang di sana, tanpa disadari pikirannya berjalan jauh ingat bahwa shampoo ini beberapa kali dilhatnya di televisi, pernah didengarnya di radio, dan juga pernah dilihatnya di majalah gadis kesukaannya. Dan yang pasti dia pernah mencobanya (sampling).

Betapa terkejutnya si mahasiswi ketika dia menyadari bahwa shampo merk A yang ada di supermarket yang ia kunjungi ternyata sedang melakukan promosi. Tertulis promosi “setiap membeli 1 shampo merk A maka dapat bonus 1”. Hal ini yang menyebabkan dia ingin sekali (berhasrat) untuk membeli shampo merk A tersebut (desire), selain itu juga karena setelah dia coba tempo hari, ternyata dia cocok. Akhirnya tanpa pikir panjang dibelinya shampo tersebut ( Action), selain karena menurutnya bagus dan juga karena sedang promosi sehingga harga jadi lebih murah.

Akhirnya setelah beberapa kali membeli (repeat buying) shampoo merk A dan merasakan manfaatnya, maka seringkali si mahasiswi tersebut juga merekomendasikan kepada teman-temannya (loyalty). Akibat sudah merasa puas dan loyal maka ketika harga sudah normal (tidak diskon lagi), si mahasiswi tersebut tidak terpengaruh, tetap setia menjadi konsumen shampo merk A.

Sebagai bahan referensi anda dapat mengunduh tautan di sini

Analisa STP

Petunjuk

  1. Buatlah analisa tentang Segmentasi, Targeting dan Positioning dari suatu produk yang telah dipasarkan sebelumnya. Dengan merujuk buku Marketing Jilid1 dan sumber informasi lainnya.
  2. Catat hasil pencarian data dan informasi mengenai STP di buku catatan anda masing-masing, selanjutnya diskusikan dengan kelompok anda.
  3. Buat paparan menggunakan perangkat lunak presentasi dan kirim softcopy-nya ke riyan.baek@gmail.com paling lambat hari Rabu, 8 Februari 2017.
  4. Pertemuan selanjutnya dipaparkan bersama Guru.

Selamat Mengerjakan

Bank Soal USBN Simdig

Hi…

Dalam menghadapi USBN Komputer tahun pelajaran 2016/2017, saya ingin berbagi informasi berupa bank soal simulasi digital bagi SMK yang telah menerapkan kurikulum 2013. Soal yang saya sajikan belum berisi jawaban, sehingga anda dapat harus mencari jawaban sendiri. Semoga bermanfaat.

Tautan bank soal dapat di Unduh disini

Salah satu kunci Sukses adalah banyak membaca, berlatih, berdoa dan berusaha secara maksimal. In Syaa Allah.

Try Out 1 UNBK Jaksel2

Dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer yang akan dilaksanakan pada awal April 2017. Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Selatan mengadakan Tes Kendali Mutu (TKM) atau Try Out pertama yang diselenggarakan mulai tanggal 25 Januari 2017 – 27 Januari 2017 sebagai berikut :

  • Bahasa Indonesia (Rabu, 25 Januari 2017)
  • Matematika (Kamis, 26 Januari 2017)
  • Bahasa Inggris (Jum’at, 27 Januari 2017)

Pelaksanaan secara terpusat dengan mengakses http://jaksel2.wordpress.com atau http://ujianjaksel2.blogger.com. Di alamat URL tersebut informasi pelaksanaan Try Out 1 dapat diakses dengan mudah oleh sekolah-sekolah, proktor dan peserta didik.

 

“Sing Of Maths” – Tunjukkan Kreativitasmu

Kurikulum 2013 memberikan kesempatan kepada guru dan peserta didik mengembangkan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Dengan menentukan dan mengujicobakan Metode Pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.

Ide/gagasan saya bersama beberapa rekan guru (MGMP Matematika dan MGMP Kesenian) untuk membuat Proyek kolaborasi “Sing Of Math” yang cukup populer di sekolah-sekolah di luar negeri melalui video streaming populer Youtube.

Dengan tren penggunaan perangkat digital seperti laptop, camcorder, smartphone memberikan kesempatan peserta didik dalam mengeksplor kemampuan (life skill) secara tematik.

Kecakapan hidup (life skill) adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya (Tim BBE Depdiknas,2001:9)

Continue reading “Sing Of Maths” – Tunjukkan Kreativitasmu

Praktik Presentasi Video

Hi…

Petunjuk:

  1. Setelah mempelajari buku simulasi digital – kompetensi presentasi video, peserta didik membentuk kelompok kerja yang terdiri dari 7 orang.
  2. Dengan tema kegiatan sekolah, kalian diminta untuk membuat :
    • Sinopsis,
    • Naskah (diketik, kertas: A4, Font: Cambria, Font Size: 12pt, Line spacing:1,5)
    • Video dengan format mp4, durasi maksimal 2 menit
  3. Hasil dikirim via email ke riyan.baek@gmail.com
  4. Waktu pengerjaan 1 pekan.
  5. Setelah dibuat setiap kelompok menceritakan dan memaparkan hasil pekerjaannya di dalam kelas pada kegiatan belajar berikutnya.